Home » Blog » Cara Menghitung Biaya Operasional Perusahaan dengan Mudah
biaya operasional perusahaan

Cara Menghitung Biaya Operasional Perusahaan dengan Mudah

Blog 101

Mengelola biaya operasional perusahaan adalah salah satu tugas paling krusial dalam manajemen bisnis, baik untuk usaha skala kecil maupun korporasi besar. Banyak perusahaan yang sebenarnya punya potensi keuntungan tinggi, tetapi laba tergerus karena biaya yang tidak terpantau dengan baik. Di tengah persaingan yang semakin ketat, kemampuan menghitung dan mengendalikan biaya operasional bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan fondasi keberlangsungan usaha.

Memahami Apa Itu Biaya Operasional Perusahaan

Sebelum masuk ke cara menghitung, penting memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan biaya operasional perusahaan. Banyak pemilik usaha mencampuradukkan biaya operasional dengan biaya produksi atau bahkan pengeluaran pribadi, yang akhirnya membuat laporan keuangan menjadi kabur dan sulit dianalisis.

Secara sederhana, biaya operasional adalah semua pengeluaran yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan kegiatan sehari hari, di luar biaya pokok produksi barang atau jasa. Biaya ini terkait langsung dengan aktivitas operasional, mulai dari gaji karyawan kantor hingga biaya listrik dan internet.

Biaya operasional biasanya muncul secara rutin setiap bulan, sehingga menjadi komponen tetap dalam perencanaan anggaran. Jika tidak dikendalikan, biaya ini bisa membengkak pelan pelan tanpa disadari, lalu tiba tiba menggerus margin keuntungan.

Jenis Jenis Biaya Operasional Perusahaan yang Wajib Dikenali

Memahami jenis jenis biaya operasional perusahaan akan membantu pemilik dan manajer usaha memetakan pos pengeluaran dengan lebih rapi. Tanpa klasifikasi yang jelas, proses perhitungan dan analisis akan sulit dilakukan.

Cara Mendapatkan Organic Traffic Meledak dari Nol!

Biaya Operasional Perusahaan Tetap

Biaya operasional tetap adalah biaya yang jumlahnya relatif sama setiap periode, meskipun volume penjualan naik atau turun. Biaya ini tetap harus dibayar agar perusahaan bisa terus beroperasi.

Contoh biaya operasional tetap antara lain
Sewa kantor atau gudang
Gaji karyawan tetap administrasi dan manajemen
Biaya keamanan dan kebersihan yang bersifat kontrak
Asuransi gedung atau aset perusahaan
Abonemen telepon dan internet yang flat

Biaya tetap ini penting untuk diperhatikan karena menjadi beban yang tidak bisa dihindari. Dalam kondisi penjualan turun, biaya tetap tetap harus dibayar sehingga bisa menekan profit. Itulah mengapa banyak perusahaan berhati hati ketika menambah beban tetap seperti karyawan baru atau sewa kantor yang lebih besar.

Biaya Operasional Perusahaan Variabel

Berbeda dengan biaya tetap, biaya operasional variabel berubah sesuai dengan tingkat aktivitas usaha. Semakin tinggi aktivitas, semakin besar biaya ini. Meski demikian, biaya ini tidak langsung terkait dengan bahan baku produksi, sehingga tetap digolongkan sebagai biaya operasional.

Contoh biaya operasional variabel antara lain
Biaya listrik yang naik turun sesuai pemakaian
Biaya pengiriman dokumen dan logistik internal
Biaya lembur karyawan administrasi
Biaya konsumsi rapat dan kegiatan kantor
Biaya perjalanan dinas staf non produksi

SEO vs SEM Definisi, Perbedaan & Mana Terbaik?

Perusahaan yang cermat akan memantau pola biaya variabel ini dari waktu ke waktu. Kenaikan biaya variabel yang tidak sebanding dengan kenaikan penjualan bisa menjadi sinyal adanya pemborosan atau ketidakefisienan.

Biaya Operasional Semi Variabel

Di antara biaya tetap dan variabel, ada juga biaya semi variabel. Biaya ini memiliki komponen tetap sekaligus variabel. Artinya, ada bagian yang harus dibayar meskipun aktivitas rendah, dan ada bagian yang naik turun sesuai pemakaian.

Contoh yang sering ditemui
Tagihan telepon kantor dengan biaya abonemen tetap plus biaya pemakaian tambahan
Kontrak layanan IT dengan biaya dasar bulanan dan biaya tambahan jika melewati batas tertentu
Biaya transportasi yang memiliki sewa tetap kendaraan dan biaya bahan bakar yang variabel

Memahami karakter biaya semi variabel membantu perusahaan menyusun strategi penghematan yang lebih realistis, karena tidak semua komponen bisa dikurangi secara drastis.

> “Banyak perusahaan terlalu fokus pada peningkatan penjualan, tetapi lupa bahwa pengendalian biaya operasional sering kali memberikan efek lebih cepat terhadap profit.”

Google Crawl Team WordPress Plugins Bug Laporan Mengejutkan!

Langkah Langkah Menghitung Biaya Operasional Perusahaan

Setelah mengenali jenis jenisnya, tahap berikutnya adalah memahami langkah teknis menghitung biaya operasional perusahaan. Proses ini tidak harus rumit, asalkan data keuangan tertata dengan baik.

Mengumpulkan Data Pengeluaran Biaya Operasional Perusahaan

Langkah pertama adalah mengumpulkan seluruh data pengeluaran yang termasuk kategori biaya operasional perusahaan dalam periode tertentu, misalnya satu bulan atau satu tahun. Data ini bisa diambil dari buku kas, laporan bank, maupun sistem akuntansi yang digunakan perusahaan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan
Pastikan memisahkan pengeluaran pribadi pemilik dari pengeluaran perusahaan
Kelompokkan pengeluaran berdasarkan jenis, misalnya gaji, sewa, utilitas, transportasi, dan lain lain
Gunakan bukti transaksi yang jelas seperti faktur, kuitansi, atau bukti transfer

Tanpa data yang lengkap dan rapi, perhitungan biaya operasional hanya akan menjadi perkiraan kasar yang sulit dijadikan dasar pengambilan keputusan.

Mengklasifikasikan Biaya Operasional Perusahaan

Setelah data terkumpul, langkah berikutnya adalah mengklasifikasikan setiap pengeluaran ke dalam kategori biaya operasional tetap, variabel, atau semi variabel. Di tahap ini, pemahaman tentang karakter setiap biaya sangat penting.

Sebagai contoh
Gaji staf administrasi tetap masuk biaya operasional tetap
Biaya listrik kantor masuk biaya operasional variabel
Tagihan telepon dengan paket bulanan plus biaya tambahan masuk biaya semi variabel

Klasifikasi yang tepat akan memudahkan perusahaan dalam simulasi keuangan, misalnya menghitung titik impas atau merencanakan pengurangan biaya di masa mendatang.

Menjumlahkan Total Biaya Operasional Perusahaan

Setelah semua biaya terklasifikasi, jumlahkan seluruh pos biaya operasional untuk mendapatkan total biaya operasional perusahaan dalam periode yang ditentukan. Rumus sederhananya

Total Biaya Operasional = Biaya Tetap + Biaya Variabel + Biaya Semi Variabel

Sebagai ilustrasi
Biaya tetap per bulan 50 juta rupiah
Biaya variabel per bulan 20 juta rupiah
Biaya semi variabel per bulan 10 juta rupiah

Maka total biaya operasional perusahaan per bulan adalah 80 juta rupiah.

Angka total ini menjadi dasar untuk menganalisis seberapa efisien perusahaan beroperasi dibandingkan dengan pendapatan yang dihasilkan.

Contoh Perhitungan Biaya Operasional Perusahaan Secara Sederhana

Banyak pemilik usaha kecil dan menengah merasa konsep biaya operasional perusahaan terlalu teoretis. Padahal, dengan contoh sederhana, proses ini bisa dipahami dengan mudah dan diterapkan langsung.

Studi Kasus Biaya Operasional Perusahaan Usaha Jasa

Bayangkan sebuah perusahaan jasa konsultan dengan data pengeluaran bulanan sebagai berikut

Sewa kantor 15 juta rupiah
Gaji staf administrasi 10 juta rupiah
Gaji manajer operasional 12 juta rupiah
Listrik dan air 3 juta rupiah
Internet dan telepon 2 juta rupiah
Biaya transportasi klien 4 juta rupiah
Biaya konsumsi rapat 2 juta rupiah
Biaya alat tulis kantor 1 juta rupiah

Langkah pertama, klasifikasikan

Biaya tetap
Sewa kantor 15 juta
Gaji staf administrasi 10 juta
Gaji manajer operasional 12 juta

Biaya variabel
Listrik dan air 3 juta
Biaya transportasi klien 4 juta
Biaya konsumsi rapat 2 juta
Biaya alat tulis kantor 1 juta

Biaya semi variabel
Internet dan telepon 2 juta

Langkah kedua, jumlahkan

Total biaya tetap 37 juta rupiah
Total biaya variabel 10 juta rupiah
Total biaya semi variabel 2 juta rupiah

Total biaya operasional perusahaan per bulan adalah 49 juta rupiah.

Jika pendapatan perusahaan per bulan mencapai 100 juta rupiah, maka hampir setengah dari pendapatan habis untuk biaya operasional. Angka ini bisa menjadi bahan evaluasi apakah persentasenya masih sehat atau perlu penghematan.

Menghubungkan Biaya Operasional Perusahaan dengan Laba

Setelah mengetahui total biaya operasional perusahaan, langkah berikutnya adalah menghubungkannya dengan pendapatan dan laba bersih. Ini akan membantu manajemen melihat gambaran keuangan secara menyeluruh.

Secara umum, laba operasi dapat dihitung dengan rumus

Laba Operasi = Pendapatan Bersih Penjualan – Biaya Pokok Penjualan – Biaya Operasional

Dengan menggunakan contoh sebelumnya
Pendapatan 100 juta rupiah
Biaya pokok penjualan misalnya 20 juta rupiah
Biaya operasional 49 juta rupiah

Maka laba operasi adalah 31 juta rupiah.

Dari angka ini, perusahaan bisa menilai apakah struktur biaya operasional sudah seimbang dengan pendapatan. Jika biaya operasional terlalu besar, perusahaan bisa mulai mencari pos pengeluaran yang bisa dihemat tanpa mengganggu kualitas layanan.

> “Transparansi terhadap biaya operasional perusahaan adalah langkah awal menuju keputusan bisnis yang lebih rasional dan terukur.”

Strategi Mengendalikan Biaya Operasional Perusahaan Tanpa Mengorbankan Kinerja

Setelah tahu cara menghitung dan melihat besarnya biaya operasional perusahaan, tantangan berikutnya adalah mengendalikannya. Penghematan biaya bukan berarti memangkas semua pengeluaran, melainkan menata ulang agar setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan nilai balik yang sepadan.

Meninjau Kembali Setiap Pos Biaya Operasional Perusahaan

Langkah awal adalah melakukan peninjauan rutin terhadap setiap pos biaya operasional perusahaan. Tinjauan ini sebaiknya dilakukan berkala, misalnya setiap tiga bulan, agar perusahaan tidak terjebak dalam pola pengeluaran yang tidak efisien.

Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan
Apakah sewa kantor masih sesuai dengan kebutuhan, atau terlalu besar
Apakah jumlah staf administrasi sudah tepat, atau ada pekerjaan yang bisa diotomatisasi
Apakah biaya listrik dan utilitas bisa ditekan dengan penggunaan perangkat hemat energi
Apakah semua langganan layanan masih digunakan secara optimal

Dengan pendekatan seperti ini, perusahaan dapat mengidentifikasi biaya yang bisa dikurangi tanpa mengganggu proses bisnis inti.

Memanfaatkan Teknologi untuk Menekan Biaya Operasional Perusahaan

Teknologi bisa menjadi sekutu penting dalam mengelola biaya operasional perusahaan. Banyak aktivitas manual yang menghabiskan waktu dan biaya dapat digantikan dengan sistem digital yang lebih efisien.

Contoh penerapan
Menggunakan software akuntansi untuk mencatat dan mengelola keuangan sehingga mengurangi kesalahan manual
Memanfaatkan aplikasi komunikasi daring untuk mengurangi biaya rapat tatap muka dan perjalanan dinas
Mengadopsi sistem penyimpanan cloud untuk mengurangi biaya kertas dan peralatan fisik

Investasi awal pada teknologi mungkin terlihat besar, tetapi dalam jangka menengah dan panjang sering kali menghasilkan penghematan yang signifikan.

Menetapkan Anggaran Biaya Operasional Perusahaan

Agar pengeluaran tidak liar, perusahaan perlu menetapkan anggaran khusus untuk biaya operasional perusahaan setiap periode. Anggaran ini menjadi batas yang harus dijaga oleh setiap departemen.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan
Menentukan persentase maksimal biaya operasional terhadap pendapatan
Membuat target pengurangan biaya tertentu per tahun tanpa mengurangi kualitas
Memberikan laporan rutin kepada manajemen tentang realisasi biaya dibandingkan anggaran

Dengan disiplin anggaran, perusahaan dapat mengendalikan biaya operasional secara sistematis, bukan sekadar reaksi sesaat ketika keuangan sedang tertekan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *