Home » Blog » Update Instagram 2026 Terbaru Fitur Rahasia Wajib Coba!
update instagram 2024 terbaru

Update Instagram 2026 Terbaru Fitur Rahasia Wajib Coba!

Digital Marketing

Instagram terus nyelipin pembaruan yang kadang tidak terasa seperti update besar, tapi efeknya langsung kerasa di cara kita nonton Reels, ngobrol di DM, sampai ngatur privasi. Di awal 2026, ada beberapa fitur yang sudah rilis, ada juga yang masih digelindingkan bertahap, dan sebagian lagi masih uji coba. Jadi kalau di akun kamu belum muncul, itu normal karena Instagram memang sering merilis per negara, per tipe akun, atau per versi aplikasi.

Biar tidak cuma jadi penonton, ini rangkuman fitur yang sering luput dari perhatian, plus cara nyobanya, lengkap dan detail.

Kontrol Reels yang akhirnya bisa kamu “setir” sendiri

Kalau selama ini kamu merasa Reels suka nyasar, tiba tiba isinya hal yang tidak kamu cari, sekarang ada tombol yang bikin kamu bisa mengoreksi arah rekomendasi. Ini salah satu perubahan paling terasa karena menyentuh inti Instagram, yaitu algoritma Reels.

Di berbagai laporan, fitur ini dikenal sebagai “Your Algorithm” dan mulai digulirkan dari 10 Desember 2025, dengan ketersediaan bertahap (awal di AS, lalu meluas untuk pengguna berbahasa Inggris).

Cara menemukannya di aplikasi

Masuk ke tab Reels, lalu cari ikon kontrol di pojok kanan atas (beberapa laporan menyebutnya ikon dua hati dengan penggeser). Dari situ kamu biasanya bisa melihat topik minat yang “dibaca” Instagram dari aktivitasmu, lalu kamu bisa menghapus topik yang tidak relevan atau menambah preferensi.

Redirect Chain di SEO Bahaya Tersembunyi & Cara Ampuh Mengatasinya

Trik cepat biar feed langsung berubah

  1. Hapus dulu 3 sampai 5 topik yang paling bikin Reels kamu melenceng.

  2. Setelah itu, tambah topik yang kamu benar benar mau (misalnya kuliner, bola, gadget, atau komedi).

  3. Lanjutkan dengan “disiplin sinyal” selama 2 hari: tonton sampai habis konten yang kamu suka, skip cepat yang tidak sesuai.

Yang menarik, beberapa sumber juga menyebut ringkasan minat kamu dibuat dengan bantuan AI, jadi wajar kalau kadang meleset dan butuh kamu koreksi manual.

Selesai main di kontrol algoritma, bagian berikutnya ini yang sering bikin orang kaget: Instagram mulai mendorong interaksi antar teman, bukan cuma “nonton sendirian”.

Studi Ungkap Brand Mention AI Website Lain Dongkrak Eksposur

Tab Friends di Reels yang bikin kamu tahu temanmu lagi ngapain

Instagram sempat terasa seperti TV pribadi, kamu scroll, kamu ketawa sendiri, selesai. Nah, sekarang mereka mendorong Reels jadi bahan obrolan. Salah satunya lewat tab Friends di Reels yang menampilkan konten yang temanmu interaksikan.

Fitur Friends ini dijelaskan sebagai tab yang menampilkan konten publik yang temanmu like, komentari, repost, atau bahkan mereka buat sendiri, lalu kamu bisa mulai chat dari sana.

Cara pakainya biar tidak jadi “stalker mode”

Kuncinya adalah gunakan tab ini seperti daftar rekomendasi dari circle kamu, bukan buat ngitungin siapa like apa. Kalau kamu brand atau kreator, ini juga bisa jadi “radar” cepat untuk melihat selera audiens yang dekat denganmu.

Di pengumuman resmi dari Meta, fitur Friends diposisikan sebagai cara gampang buat memulai percakapan dari konten yang sama sama kalian lihat.

Nah, kalau Friends tab itu versi “lihat apa yang disukai teman”, yang berikut ini versi “nonton bareng dalam satu feed”.

Konten Panjang atau Pendek Mana Lebih Disukai AI Overview?

Blend yang diam diam bikin Reels jadi tontonan bareng

Blend itu fitur yang kalau kamu tidak ngulik DM, kamu bisa tidak sadar itu ada. Konsepnya sederhana: kamu bikin feed Reels gabungan antara kamu dan teman, jadi rekomendasinya disusun dari selera semua orang di grup itu.

Blend diperkenalkan sebagai feed Reels custom yang bisa dibuat di chat satu lawan satu atau grup, sifatnya invite only, dan diperbarui setiap hari.

Cara bikin Blend dari DM

  1. Buka chat dengan teman atau grup.

  2. Cari ikon Blend (biasanya muncul di bagian atas chat kalau fitur sudah aktif).

  3. Undang anggota, lalu masuk ke feed Blend.

Kalau kamu tim “bingung mau nonton apa”, Blend ini enak buat nemuin konten yang nyambung untuk dibahas bareng.

Setelah urusan tontonan, Instagram juga menyentuh area yang paling sensitif: lokasi dan privasi. Ini yang wajib kamu pahami pelan pelan.

Instagram Map dan lokasi yang bisa kamu nyalakan, atau matikan total

Fitur peta ini sempat ramai karena terasa seperti gabungan peta sosial ala aplikasi chat, tapi Instagram menekankan bahwa berbagi lokasi bersifat opt in, kamu yang memilih siapa yang bisa lihat, dan bisa dimatikan kapan saja.

Cara pakainya yang aman, bukan asal nyala

Di penjelasan resmi, lokasi bisa dibagikan ke teman tertentu, Close Friends, atau pilihan yang lebih terbatas, dan kamu bisa menonaktifkan kapan pun. Mereka juga menyebut lokasi diperbarui saat kamu membuka aplikasi atau kembali ke aplikasi.

“Fitur begini itu keren kalau dipakai buat ketemu teman di event, tapi aku pribadi tetap pilih setting paling ketat. Lokasi itu bukan sekadar titik, itu kebiasaan hidup.”

Kenapa fitur ini menuai perhatian soal keamanan

Sebagian pihak mengkhawatirkan risiko privasi, terutama untuk anak dan remaja, meski Instagram menekankan kontrol dan status default yang tidak otomatis menyala. Perdebatan soal ini sempat muncul di pemberitaan.

Kalau map itu soal “di mana kamu berada”, fitur berikutnya soal “apa yang kamu angkat ke permukaan” tanpa harus bikin konten baru.

Repost resmi yang bikin konten orang lain bisa “naik lagi” lewat akun kamu

Repost di Instagram dulu terasa seperti budaya tidak resmi: orang screenshot, share Story, atau pakai aplikasi pihak ketiga. Sekarang repost jadi fitur yang ditanam langsung, khusus untuk Reels publik dan feed post publik.

Dalam pengumuman Meta, repost disebut akan muncul di feed teman atau pengikutmu, dan juga tersimpan di tab terpisah di profil agar bisa dilihat ulang.

Cara repost yang tidak bikin orang ilfeel

  1. Repost konten yang relevan dengan persona akun kamu.

  2. Tambahkan catatan singkat (note) yang memberi konteks kenapa kamu repost.

  3. Jangan repost beruntun dalam 10 menit, nanti feed kamu terasa seperti akun kurasi tanpa arah.

Bagian menariknya, repost juga bisa jadi “jalur discovery” untuk kreator, karena konten yang direpost bisa direkomendasikan ke pengikut orang yang repost, walau mereka belum follow kreatornya.

Sekarang masuk ke area yang paling sering dipakai semua orang: DM. Di sini, Instagram pelan pelan menyaingi fitur chat apps.

DM makin serius: jadwalkan pesan, pin chat, terjemahkan, sampai kirim musik

Instagram menambah paket fitur DM yang kelihatan kecil, tapi bikin pengalaman chat jauh lebih rapi. Ini cocok banget buat kamu yang kerja bareng tim, sering koordinasi konten, atau punya teman beda zona waktu.

Instagram menambahkan kemampuan menjadwalkan pesan sampai 29 hari ke depan dan pin sampai tiga percakapan di atas. Ada juga undangan grup via QR code, terjemahan pesan (dukungan puluhan bahasa), dan berbagi musik langsung di DM.

Cara pakai fitur DM ini biar terasa manfaatnya

Untuk kreator dan admin komunitas, scheduling DM bisa dipakai buat reminder rilis konten, pengingat meeting, atau follow up brand. Pin chat cocok untuk simpan percakapan penting seperti klien, editor, atau grup produksi.

Terjemahan pesan juga berguna kalau kamu sering kolaborasi lintas negara. Terjemahan biasanya tampil inline di percakapan, jadi tidak perlu copy paste ke aplikasi lain.

Kalau DM sudah makin canggih, Instagram juga memperketat dan merapikan pengalaman remaja, yang berpengaruh ke ekosistem konten secara luas.

Teen Accounts dan “rasa” PG 13 yang jadi standar baru untuk remaja

Instagram memperbarui perlindungan untuk pengguna remaja dengan konsep yang mereka sebut terinspirasi dari panduan rating film usia 13 plus. Intinya, akun remaja secara default masuk ke pengaturan konten yang lebih aman dan tidak bisa diubah bebas tanpa izin orang tua.

Dalam pengumuman resmi Meta, mereka menyebut pengguna di bawah 18 tahun akan otomatis masuk ke pengaturan 13 plus, dan ada opsi setting yang lebih ketat untuk orang tua yang ingin pembatasan lebih kuat.

Apa artinya buat kreator dan akun media

Kalau kamu bikin konten yang “dewasa”, jangkauan ke remaja bisa makin sempit. Pembatasan default ini bertujuan mengurangi paparan tema dewasa seperti seks, obat obatan, dan stunt berbahaya, walau tetap ada kritik dari kelompok pemerhati keselamatan anak soal efektivitas dan transparansi.

“Kalau kamu main di niche yang rawan disalahpahami, 2026 ini waktunya makin rapi soal framing. Bukan karena takut, tapi karena algoritma dan proteksi makin tegas.”

Setelah bahas keamanan, ada satu hal yang lagi naik daun: fitur berbau AI. Instagram mulai menguji cara monetisasi dan juga menambah tool AI untuk video.

Gelombang AI: dari dubbing Reels sampai ide langganan premium

Instagram dan ekosistemnya makin sering menyelipkan AI sebagai fitur yang terasa “ajaib” karena mengurangi kerja manual. Salah satu contoh yang sempat diberitakan adalah AI dubbing untuk Reels yang diperluas ke beberapa bahasa, plus tambahan font atau opsi teks yang lebih variatif.

Uji coba fitur premium berbasis AI

Di sisi lain, ada laporan bahwa Meta sedang menyiapkan uji coba paket langganan premium terpisah dari Meta Verified, yang fokusnya pada fitur berbasis AI dan fungsi tambahan. Rinciannya masih berkembang, tapi arahnya jelas: fitur kreatif dan produktivitas akan jadi nilai jual.

Kalau kamu pengelola akun bisnis atau media, ini sinyal bahwa sebagian tool “enak” bisa saja nantinya dipaketkan, bukan selalu gratis.

Ngomong soal privasi dan kontrol sosial, ada satu fitur yang belum tentu sudah ada di semua akun, tapi sedang disiapkan dan menarik banget.

Bisa “keluar halus” dari Close Friends orang lain

Close Friends itu kadang bikin serba salah: kamu dimasukkan, lalu merasa tidak enak kalau tidak ingin lihat konten tertentu, tapi tidak ada tombol sopan untuk keluar. Nah, sekarang mulai muncul kabar bahwa Instagram sedang mengembangkan opsi agar kamu bisa menghapus diri dari daftar Close Friends orang lain.

Kalau fitur ini rilis, cara pakainya kemungkinan sederhana

Biasanya Instagram menaruh kontrol seperti ini di menu privasi, setting Story, atau pengaturan interaksi. Karena belum final, yang paling aman adalah menunggu rilis resmi di akun kamu, lalu cek bagian Privacy atau Story settings.

Dan terakhir, ini bagian yang paling bikin update Instagram terasa “baru” tanpa harus ada tombol baru: perubahan kebiasaan distribusi konten karena fitur fitur tadi.

Cara cepat memaksimalkan update 2026 tanpa ubah gaya posting

Kalau kamu tidak mau ribet, kamu tetap bisa memanfaatkan pembaruan ini cuma dengan mengubah sedikit rutinitas. Fokusnya adalah memanfaatkan sinyal yang sekarang lebih “dibaca” Instagram: minat Reels, obrolan teman, dan interaksi DM.

  1. Setir “Your Algorithm” minimal seminggu sekali, cukup rapikan topik yang melenceng.

  2. Gunakan Friends tab untuk cari bahan obrolan, bukan buat kepo.

  3. Buat satu Blend dengan teman yang seleranya mirip, jadikan tempat cari ide hook Reels.

  4. Pin DM yang penting dan jadwalkan follow up, terutama kalau kamu kerja dengan brand atau tim.

  5. Kalau kamu ingin coba Map, nyalakan hanya untuk “Only selected friends” dan biasakan matikan setelah event selesai.

Yang paling terasa di 2026 adalah Instagram makin memusatkan pengalaman ke dua hal: kontrol personal (algoritma dan privasi) dan kedekatan sosial (teman, DM, feed bareng). Kalau kamu bisa masuk lebih cepat dari orang lain, biasanya performa konten dan kenyamanan pakai aplikasinya ikut naik, tanpa kamu harus berubah jadi orang lain di depan kamera.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *